Jumat, 18 Januari 2013

Salam Liburan

Pom Bensin dari Balik Jendela Mobil
Dalam perjalanan pulang dari jakarta mampir ke SPBU dulu buat beli bensin. Setelah sebelumnya mampir ke rumah mbah uti. Di sana kami bermain bersama kakak Aisyah dan ade Puan. Juga bertemu dengan mbah uti dan tante juga om.
Maka dari itu cerita yang bersambung tidak dapat dilanjutkan. Juga karena data cerita tersebut ada bersama teman saya. Yah, bagaimanapun juga selamat belajar kembali dan selamat bersekolah kembali.

Selasa, 15 Januari 2013

Cerita Horror4


School Ghost part4
Karya  : Muhammad Al-faruq Habiburrahman
Mereka pun memulai aksinya. Langkah pertama yang mereka ambil? Tentu saja mencari informasi sebanyak-banyaknya. Zaki ketua kelas, kelas VII F akan mewawancarai seorang dewan guru. Target pertamanya adalah sang wali kelas, bu Reni.
“Bu, saya dengar ibu adalah guru senior disini. Jadi  mungkin ibu tau bagaimana sekolah ini dibentuk dan didirikan?” Tanya Zaki memulai pembicaraan.
“Oh, tentu saja ibu tahu tentang itu.” Kata bu Reni dan dilanjutkan dengan ceritanya tentang asal muasal berdirinya sekolah ini.
“Kak Hamdi tau sesuatu gak tentang cerita hantu disekolah ini.” Tanya Faruq.
“Hmm, ada sebuah ceirta yang kakak tau. Cerita ini entah nyata atau tidak, yang pasti kakak mendengarnya dari seniorkakak waktu itu.” Jawab kak Hamdi.
“Baiklah, bisakah saya mendengar cerita tersebut?” Tanya Faruq lagi, memohon.
“Waktu itu beberapa angkatan sebelum kakak ada seorang gadis kelas VII A yang sangat menyukai seseorang. Sayangnya ia sangat pemalu, sampai-sampai ia tidak berani mengatakan rasa sukanya itu. Hingga suatu hari ia melihat orang yang disukainya disebrang jalan sekolah. Saat itu ia berniat  untuk memberanikan dirinya dan mengatakan rasa sukanya.. saying, ia tak punya cukup keberanian dan berhenti di tengah jalan raya. Tanpa gadis itu sadari, sebuah mobil melaju dengan kecepatan yang kencang. Gadis itupun tertabrak dan tewas ditempat. Dan menurut rumor yang beredar arwahnya masih menunggu untuk menyatakan rasa cintanya.” Cerita Hamdi kepada Faruq.
“Apakah sumber cerita itu terpercaya?” Tanya Faruq.
“Entah lah, tapi menurutku itu bukan sebuah kebohongan atau hanya cerita fiksi. Itu sebuah kebenaran.”  Kata Hamdi.
“Baiklah terimakasih atas infonya.” Kata Faruq dan Azka yang sedari tidak mengatakan sebuah katapun. Merekapun pergi mencari yang lainnya.

Bersambung minggu depan...

Senin, 17 Desember 2012

Koleksi Buku

Koleksi Buku Di Rumah

Cerita Horror Part Extra


School Gost Biodata
Karya  : Muhammad Al-faruq Habiburrahman
 ê  Nama : Faruq         Nama Lengkap : Muhammad Al-faruq
Kelas : VII F            TTL : 05 February 1998 Jenis Kelamin : Laki-laki
Kesukaan : Menyendiri sambil baca buku. Wakes : Hitam, MaMiKes : Nasgor seafood & jus sirsak
Motto : People Become Fool When They Stop Asking Question (Kakaknya Azka)
 ê  Nama : Fita             Nama Lengkap : Lamfita Sekar
Kelas : VII F            TTL : 12 July 1998 Jenis Kelamin : Perempuan
Kesukaan : Ngobrol-ngobrol dikelas sambil ngegosipin orang. Wakes : Hijau Muda MaMiKes: Sate & RB
Motto : Barangsiapa yang menanam duri tidak akan mengetam anggur (Teman Nia)
 ê  Nama : Zaki            Nama Lengkap : Hafizh Zaki Al-hasan
Kelas : VII F            TTL : 23 October 1998 Jenis Kelamin : Laki-laki
Kesukaan : Apapun yang terlihat rapih. Wakes : Biru Nila MaMiKes : Sop Iga & Susu
Motto : Sangat mudah melakukan sesuatu, sangat sulit mengembalikannya (Ketua Kelas)
 ê  Nama : Azka           Nama Lengkap : Azka Nurul Syifa
Kelas : VII F            TTL : 15 December 1998 Jenis Kelamin : Perempuan
Kesukaan : Yang manis-manis termasuk juga kakakku. Wakes : Ungu MaMiKes : Apapun itu asalkan manis
Motto : Tiada hari tanpa belajar dan bermain dan makan dan lain-lain (Adiknya Faruq)
 ê  Nama : Nia             Nama Lengkap : Nia Sekar
Kelas : VII F            TTL : 7 Mei 19998 Jenis Kelamin : Perempuan
Kesukaan : Makanan yang enak dan lezat. Wakes : Orange MaMiKes : Burger & Jus Alpuket
Motto : Where There is a Will There is a Way (Temen Fita)

Bersambung Minggu Depan...

Senin, 10 Desember 2012

Cerita Horror3


School Ghost part3
Karya  : Muhammad Al-faruq Habiburrahman
“Fita, Nia terimakasih telah membersihkan kelas kita kemarin.” Kata Zaki sang ketua kelas ketika Fita dan Nia baru saja masuk ke dalam kelas.
“Ya, sama-sama. Ngomong-ngomong di mana Ezra, aku tidak melihatnya?” kata Fita.
“Ezra sedang pergi ke Lombok untuk menengok neneknya yang sedang sakit.” Jawab Azka sambil menghampiri Nia dan Fita.
“Oh begitu, pantas kemarin ia…” kata Fita terputus lalu menatap Nia.
“Gak mungkinlah, kapan Ezra berangkat?” Tanya Nia yang sejak tadi hanya diam.
“Sepulang sekolah kemarin ia langsung ke bandara, makanya ia izin untuk tidak piket.” Jelas Azka.
“Eh, lalu yang itu siapa?” Tanya Nia kepada Fita.
“Mungkinkah, hantu!” teriak Nia dan Fita sambil berpelukan.
“Tunggu-tunggu, apa-apaan kalian ini? Hari baru saja dimulai, kelas sudah siap untuk dipakai, lalu kalian datang kemari dan berteriak hantu! Apa maksudnya?” kata Faruq yang sedari tadi hanya membaca bukunya, ia terdengar marah.
“Tidak ada apa-apa kok. Se… semuanya kami mi… mi minta maaf ka… ka… lau kami mengganggu kalian dengan keributan yang kami buat.” Kata Nia terbata-bata, setelah itu ia langsung menarik Fita keluar dari kelas. Di luar kelas, tepatnya di lorong kelas VII F yang sedikit gelap karena berada di antara dua buah gedung yang menjulang.
“Nia lepaskan aku bisa berjalan sendiri!” omel Fita.
“Maaf tentang itu. Begini, aku tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Azka bias saja mendapatkan informasi yang salah dan ternyata Ezra pergi setelah pulang dari les.” Kata Nia sambil mengatur napasnya yang masih tersenggal-senggal.
“Oh, iya ada yang mau aku katakana padamu kemarin, tetapi aku masih takut hingga tidak sempat berdebat denganmu.” Kata Fita dengan nada kesal.
“Apa itu Fit?” Tanya Nia.
“Apa kau lupa? Saat pulang sekolah itulah bel terakhir yang kau dengar pada hari itu, kauy tahu kenapa?” kata Fita balik bertanya.
“Hmm, karena ketika bel pulang sekolah saklar belnya pasti otomatis padam.” Tebak Nia.
“Tepat, lalu siapa yang menyalakan sakelarnya lagi hingga belnya berbunyi?” Tanya FIta lagi.
“Aku tidak tahu” jawab Nia singkat.
“Dalam hal ini ada dua kemungkinana yang terjadi di sini.” Kata Fita dengan nada sok dektektif.
“Apapun itu yang satu pasti buruk.” Kata Nia.
“Yang pertama, ada sekelompok orang yang ingin menjahili kita.  Yang kedua, yaitu benar rumor yang kau bicarakan denganku.” Jelas Fita panjang lebar.
“Aku tahu, kita harus menyelidikinya.” Kata Nia.
Pelajaran pun mulai seperti biasa, dan hari pun berlalu seperti biasa. Tidak ada yang laur biasa siang itu. Di dalam kelas saat istirahat, terlihat  Nia yang mengajak teman-teman sekelasnya yang mau ikut bergabung untuk menyelidiki kejadian aneh yang ia alami.
“Aku tidak mau ikut campur dengan urusan yang seperti itu.” Kata Azka menolak mentah-mentah.
“Hoo, jangan-jangan kau takut dengan hantu itu ya? Aku ikut!” kata Zaki si ketua kelas.
“Tenang saja, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu di belakang, aku juga ikut!” Kata Faruq.
“Bagaimanapun juga, mencari informasi adalah prioritas kita sekarang.” Kata Zaki lagi.
“Baiklah, aku akan bertanya pada kakak kelas yang mungkin tahu akan hal ini.” Kata Faruq sambil beranjak pergi meninggalkan tempatnya tadi.
“Aku ikut kak Faruq saja.” Kata Azka.
“Ya sudah, kita berlima akan pergi mencoba mencari informasi mengenai sekolah ini. Apapun itu jangan sampai ada yang tertinggal.” Kata Fita member semangat.
“Zaki, karena kau sering berinteraksi dengan guru, coba kau tanyakan pada mereka tebtang ini. Lalau yang lain bias ikut atau mencari informasi dari mana pun itu.” Kata Faruq menjelaskan strateginya.
“Ayo kita lakukan!” teriak Zaki.

Bersambung Minggu Depan...

Sabtu, 08 Desember 2012

Cerita Horror2


School Ghost part2
Karya  : Muhammad Al-faruq Habiburrahman
“Ih kau ini, membuatku jadi merinding saja.” Kata Fita agak kesal. Tiba-tiba terdengar suara bel sekolah berbunyi. “Teng… teng… teng…” tiga kali bel berbunyi, tanda bel masuk sekolah. Fita langsung bersembunyi di balik Nia.
“Hahaha, ini hanya bel sekolah tau! Apaan kau ini, dengan yang seperti ini saja kau takut.” Ledek Nia dan tertawa lagi.
“Eh, hanya bel sekolah?” Tanya Fita memastikan.
“Ya, ini suara bel sekolah yang biasa berbunyi dipagi hari.” Jawab Nia.
“Siapa yang membunyikannya?” Tanya Fita lagi.
“Kau lupa? Bel sekolah kita itu otomatis berbunyi, bel jam segini biasanya digunakan untuk kemah.” Jawab Nia.
“Hmm, iya juga ya. Ya sudah ayo kita pulang.” Kata Fita sambil mulai melangkah lagi.
“Ayo!” kata Nia. Mereka berduapun pulang dengan hati yang tenang. Tanpa sepengetahuan mereka, ada seorang gadis yang seumuran dengan mereka telah menguping isi dari pembicaraan mereka tadi.
Jalanan semakin gelap, hari sudah sore dan menjelang malam. Dua orang gadis SMP sedang berjalan menuju rumah mereka masing-masing. Saat malam hari adalah waktu yang rawan bagi mereka, tapi mau bagaimana lagi? Kendaraan umum jarang ada yang lewat di depan sekolah mereka. Satu-satunya pilihan adalah dengan berjalan kaki. Ketika Nia dan FIta sedang berjalan di sebuah perempatan, dari jauh mereka melihat sesosok manusia yang sedang berjalan kearah mereka. Lama-kelamaan sosok itu mendekat, dan terus medekat. Ketika sudah berada di dekat Nia dan Fita ternya ta mereka mengenali orang itu.
“Ezra? Apa yang kau lakukan di sini? “ Tanya Fita segera setelah ia menangkap kalau itu adalah Ezra.
“Aku baru saja pulang dari tempat lesku di sana.” Kata Erza sambil menunjuk jalan yang tadi ia lalui.
“Oh, jadi tadi di kelas kau bilang jika ada urusan ternyata urusan itu adalah les ya?” gentian Nia yang bicara.
“Begitulah” kata Ezra dengan nada dan wajah yang dingin. Sebuah expresi yang tidak biasa di pakai oleh orang seperti Ezra.
“Rumah kalian kearah sana bukan? Jika ya, izinkan aku mengantar kalian.” Lanjut Ezra masih dengan wajahnya yang dingin.
“Ya, rumah ku kearah sana. Terima kasih sudah mau mengantar kami.” Jawab Nia sambil tersenyum.
“Aku juga kearah sana. Susul Fita. Ezra hanya diam tidak menjawab. Tanpa rasa curiga Fita dan Nia berjalan pulang ke rumah mereka ditemani oleh Ezra. Setelah mengantar Fita dan Nia, Ezra berjalan menuju entah ke mana. Tiba-tiba saja Ezra menghilang diantara rumah penduduk yang mulai menyalakan lampunya.

Bersambung Minggu Depan...

Cerita Horror


School Ghost
Karya  : Muhammad Al-faruq Habiburrahman
“Fitaaa! Cepat sudah sore!” terdengar suara Nia yang tengah menunggu temannya di lapangan sekolah.
“Ya, sebentar” kata Fita yang baru saja selesai mengikat tali sepatunya. Nia dan Fita baru saja selesai membersihkan kelas mereka. Seharusnya da lima orang yang piket hari ini, tetapi hanya Nia dan Fita saja yang mempunyai waktu kosong sore ini.
“Lama sekali sih, apa saja yyang cewek seperti kau lakukan pada sore hari di sekolah?” kata Nia mengomeli Fita.
“Iya-iya kau minta maaf, tadi sepatuku sempat hilang. Tapi akhirnya ketemu juga dekat tempat sampah.” Kata Fita sambil berusaha menyamai langkah Nia.
“Ngomong-ngomong Fit…” kata Nia sengaja diputus.
“Apa Nia? Sahabatku yang cantik, murah senyum dan baik hati.” Kata Fita yang berusaha membuat suasana lebih menyenangkan.
“Kalau berjalan di tengah sekolah berdua seperti ini, terasa menakutkan bukan?” Tanya NIa dengan muka serius.
“Hmm, mungkin itu hanya perasaanmu saja.” Jawab Fita sambil tersenyum.
“Fita, apa kau tahu sesuatu tentang gerbang sekolah kita?” Tanya Nia lagi.
“Ada apa dengannya?” kata Fita balik bertanya.
“Apa kau pernah melihat orang yang membuka dan menutup gerbang?” Tanya Nia lagi.
“Mu… mungkin dia tidak mau ada yang melihatnya ketika sedang melakukan tugasnya.” Tebak Fita yang mulai ketakutan.
“Menurut rumot di sini, gerbang itu dibuka dan ditutup oleh… hantu!” kata Nia setengah teriak.
“Ha… han… hantu?” kata Fita terbata-bata.
“Ya, apa lagi jika bukan hantu?” Kata Nia.
“Hiii… ayo kita cepat pergi dari sini!” Fita mulai gemetaran.
“Menurut rumor juga, hantu itu…” belum selesai Nia berkata tiba tiba Fita berteriak histeris.
“Hyaaa… ayo kita cepat pergi dari sini!” Fita sambil menyeret Nia untuk lari.
“Hahaha, aku hanya bercanda. Apa kau benar-benar takut?” Nia benar-benar tertawa terbahak-bahak. Fita hanya tersenyum dan buru-buru melepaskan genggaman tangannya dari Nia.

Bersambung ke minggu depan...