Sabtu, 09 Februari 2013

Cerita Horror8


School Ghost part8
Karya  : Muhammad Al-faruq Habiburrahman
“Azka benar, saat ini tidak ada yang perlu kita takutkan. Karena kita tidaklah sendirian.” Kata Faruq juga.
“Bagaimana pun setelah kejadian tadi, kita tidak mungkin melanjutkan acara ini.” Kata Fita menyusul.
“Baiklah semuanya, cari celah atau pun ruang yang dapat kita pergunakan untuk keluar dari ruangan ini!” seru Zaki mengomandoi teman-temannya.
Agan, Cici, Hendra, dan Mona mencoba untuk membuka lubang fentilasi udara. Rofiq, Jundi, Zidny, dan Najmi mencoba membuka pintu yang tertutup tadi. Abdu, Bagas, Bayu, dan Rahma mencoba mencari lubang pipa yang dapat dilalui orang untuk keluar dari ruangan tersebut. Semua murid kelas VII terjebak di dalam aula cadangan milik sekolah.
“Hmm kak, apakah semua ini perbuatan gadis yang rambutnya dikuncir dua itu?” Tanya Azka pada Faruq.
“Namanya Anida, aku juga tidak tahu mengenaiini. Anida sepertinya murid yang baik dan ia tidak mungkin melalkukan perbuatan seperti ini.” Jawab Faruq.
“Mungkin saja ia melampiaskan kekesalannya pada murid di sekolah ini.” Kata Azka.
“Mana mungkin Anida melakukan hal semacam itu.” Kata Faruq.
“Bisa saja jika ia mau.” Bantah Azka.
“Tapi kenapa?” Tanya Faruq sambil menatap langit-langit aula cadangan sekolah itu.
“Entahlah, aku juga tidak tahu.” Kata Azka sambil mengikuti tingkah Faruq.
“Baiklah, ayo kita lanjutkan mencari jalan keluar dari sini!” kata Faruq pada Azka.
“Hmm!” seru Azka meng-iyakan. Mereka berduapun mencari jalan agar dapat keluar darii aula tersebut. Di lain t4empat, Rofiq yang mencoba membuka pintu mulai merasa lelah dan akhirnya duduk-duduk untuk istirahat.
“Sial… kenapa pintu ini susah sekali dibukanya?” Tanya Rofiq pada dirinya sendiri sambil menjatuhkan tubuhnya sendiri ke lantai.
“Mungkin ada sesuatu yang mengganjal pintu ini diluar sana.” Kata jundi sambil ikut-ikutan duduk bersama Rofiq.
“Mungkin juga karena kalian sudah menyerah, kita baru saja mulai loh…” kata Najmi.
“Masa bodo dengan pintu itu, adakah jalan keluar lain?” kata Rofiq lagi.
“Orang yang terus menerus lari dari masalah tidak akan pernah berkembang. Ingat, kerang mutiara menghasilkan mutiara setelah menghadapi rasa sakit yang luar biasa.” Kata Zidny kepada Rofiq.
“Orang yang hanya pandai bicara tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah.” Balas Rofiq.
“Bukannya itu kau sendiri?” Tanya Zidny kepada Rofiq.
“Tentu saja bukan!” kata Rofiq sambil bangun kembali dan langsung mendobrak pintu.
Di lain tempat Zaki sedang berkeliling mencari apapun yang dapat membuat mereka keluar dari aula tersebut. Tapi ia malah menemukan Biras yang sedang asyik membaca bukunya, sedangkan yang lainnya sedang mencoba keluar dari aula tersebut. Zaki pun menghampirinya.
“Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Zaki pada Biras yang sedang asyik dengan bukunya.
“Kau tidak lihat? Aku sedang membaca buku!” jawab Biras ketus.
“Bukan begitu maksudku, tapi apa kau mau membaca sendirian di sini sedangkan yang lain telah keluar?” kata Zaki lagi.
“Aku hanya mencoba mengisi waktuku sampai yang lain menemukan cara untuk keluar dari sini. Apakah itu salah?” kata Biras malah balik bertanya. Biras memang paling tidak suka jika ada yang mengganggunya ketika ia sedang asyik membaca. Ia memang seorang yang tidak pernah bisa lepas dari buku, alias kutu buku.
“Bukannya tidak benar, tapi itu sama saja seperti kau disuruh piket kelas oleh pak guru, tetapi teman-temanmu yang lain enggan untuk piket. Jadinya, kau piket sendirian. Memangnya kau mau diperlakukan seperti itu?” Tanya Zaki sdkit menjelaskan tentang perbuatan Biras.
“Berisik! Kata orang buku adalah jendela dunia, apakah salah jika membaca buku?” balas Biras masih dengan nada ketus.
“Memang buku adalah jendela dunia, tapi waktu dan tempatnya salah…” Kata Zaki terputus.
“Eh, jendela? Kenapa aku tidak berpikir sejak tadi? Ternyata benar, aku memang orang yang bodoh!” kata Zaki dalam hatinya.
“Terimakasih telah mengingatkanku,  Biras.” Kata Zaki sambil beranjak dari Biras. Biras tidak menghiraukan perkataan Zaki dan melanjutkan bacaannya.
“Faruq! Faruq! Dimana kau?” kata Zaki mencari Faruq untuk menjelaskan idenya.
“Aku disini, ada apa?” Jawab Faruq yang masih bersama Azka.
“Faruq, kita bisa menggunakan jendela untuk kelaur dari sini!” seru Zaki.
“Jendela ya? Hmm, ada satu masalah, jeendela di aula ini sangat tinggi letaknya dan hanya ada satu buah jendela yang tidak terlalu besar ukurannya.” Kata Faruq sambil menunjuk sebuah jendela yang letaknya lumayan tinggi.
“Apa gunanya kita semua ada di sini?” kata Azka tiba-tiba.
“Eh, maksud kamu?” Kata Zaki agak kaget.
“Begini, kita mengalah pada yang agar kita semua dapat keluar.” Kata Faruq menjelaskan pada Zaki.
“Apa maksudmu mengalah?” Tanya Zaki yang semakin penasaran.
“Kita saling menggendong agar yang lain dapat keluar.” Kata Faruq menjelaskan lagi.
“Singkat kata, kita akan membuat tangga.” Lanjut Azka.
“Dengan kata lain, kita harus mengalah.” Kata Faruq.
“Benar begitu maksudku.” Kata Azka sambil tersenyum.
“Lalu siapa yang akan berkorban?” Tanya Zaki lagi-lagi, lalu diikuti gerkan jari Faruq yang menunjuk Azka, Zaki lalu kemudian dirinya sendiri.
“Tinggal mencari dua orang lagi.” Kata Azka.
“Eh, aku?” Tanya Zaki sambil menunjuk hidungnya sendiri.
“Kau ketua kelas bukan? Kalau kau ketua, berarti siap berkorban untuk yang lain. Bukan siap mengorbankan yang lain.”  Kata Faruq kepada Zaki.
“Benar juga sih. Kita beritahukan pada semuanya, siapa yang mau jadi sukarelawan.” Kata Zaki.
“Tidak, jangan beritahu yang lain dulu. Kita beritahukan Fita dan Nia terlebih dahulu.” Kata Faruq.
“Kenapa mereka?” Tanya Zaki.
“Karena merekalah yang pernah bertemu dan berbicara langsung dengan Anida. Mungkin jika kita tetap di sini kita akan bertemu dengannya.” Jawab Faruq.

Bersambung minggu depan...


Minggu, 03 Februari 2013

Kisah Orang-Orang Tercela


Kisah abu lahab
Kisah Abu Lahab tercantum dalam Al Qur’an surat Al Lahab (surat ke 111) ayat satu sampai dengan ayat lima yang artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang maha Pemurah lagi Maha Penyayang
1.   Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa
2.   Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan
3.   Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak
4.   Dan ( begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar
5.   Yang di lehernya ada tali dari sabut
Dalam surat Al-Lahab ini menceritakan Bahwa Abu Lahab dan isterinya menentang Rasulullah SAW. Keduanya akan celaka dan masuk neraka. Harta Abu Lahab tak berguna untuk keselamatannya demikian pula segala usaha-usahanya.
Abu Lahab adalah keturunan dari suku Quraisy yang memusuhi, menentang dan menghalang-halangi perjuanagn dakwah Rasulullah SAW dalam menegakkan agama Islam di Makah. Abu Lahab selalu menghasud para pengikut Nabi Muahammad SAW
supaya tidak mengikuti ajaran Nabi. Ia berusaha sedemikian rupa dalam menghalang-halangi dakwah nabi, ia berupaya merendahkan agama Islam.
Pada suatu ketika Rasulullah SAW naik ke Bukit Shafa sambil berseru: “Mari berkumpul pada pagi hari ini!” Maka berkumpullah kaum Quraisy. Rasulullah SAW bersabda: “Bagaimana pendapat kalian, seandainya aku beritahu bahwa musuh akan datang besuk pagi atau petang, apakah kalian percaya kepadaku?”
Kaum Quraisy menjawab: “Pasti kami percaya.” Rasulullah SAW bersabda: “Aku peringatkan kalian bahwa siksa Allah yang dahsyat akan datang.” Berkatalah Abu Lahab: Celakalah engkau! Apakah hanya untuk ini, engkau kumpulkan kami?”.
Istri Abu Lahab juga mengikuti jejak Abu Lahab yaitu menghalang-halangi Islam dengan menyebarkan duri-duri di tempat yang akan dilalui Rasulullah SAW. Abu Lahab dengan perlakuannya seperi itu amatlah rugi dan sangat celaka, amalnya sa-sia, usahanya untuk menghalang-halangi Islam percuma, harta, pangkat, kedudukan yang dibanggakan Abu Lahab tidak berarti apa-apa. Abu lahab kelak akan disiksa dengan api neraka yang sangat panas.
KISAH ABU JAHAL
Abu Jahal nama lengkapnya adalah Abu Jahal bin Hisyam. Orang Quraisy biasa memanggilnya Abul Hakam. Ia termasuk orang yang terpandang di kalangan kabilah Quraisy. Dia adalah orang kafir Quraisy yang selalu menghalang-halangi dan memusuhi Nabi Muhammad SAW. Ejekan dan hinaan sering sekali dilontarkan dari mulutnya, menganggap Nabi gila “Hai Muhammad, apalagi yang hendak kau katakan hari ini?” suara Abu jahal dengan nada mengejek. “Ada berita penting yang harus kusampaikan,”Jawab Nabi, tenang.
“Apa itu?”
“Semalam aku telah isra’ ke Baitul Maqdis,”
“Haa…ha…gila. Kaumku! Kemarilah kalian semua! Ada berita penting dari Muhammad!” Abu Jahal memanggil orang-orag kafir Quraisy sambil terbahak-bahak.
Dalam waktu singkat penduduk mengelilingi Nabi.
“Ada apa lagi ini?” Tanya orang-orang Quraisy kasak kusuk.
“Muhammad selalu membuat ulah yang aneh-aneh, “kata kaum kafir Quraisy.
Tidak lama kemudian Nabi Muhammad SAW bercerita tentang pertemuannya dengan para Nabi. Mereka bahkan melakukan shalat berjamaah.
“Kalau kau memang bertemu para Nabi, bagaimana penampilan mereka itu? tanya Abu Jahal dengan berlagak menyelidik.
“Nabi Isa bertubuh sedang, tidak jangkung dan tidak pendek, warna kulitnya kemerahan. Kalau Nabi Musa bertubuh kekar dan jangkung. Kulitnya agak kehitaman. Sedangkan Nabi Ibrahim lebih mirip diriku, “kata Rasullullah SAW.
“Ah cerita seperti itu bisa dikarang! Siapa yang bisa meyakinkan kebenaran omongannya?”orang-orang Quraisy tetap tidak puas. Mereka lupa bahwa sejak kecilsampai dewasa (berusia 40 tahun) Rasulullah tidak sekalipun pernah berbohong.
“Bagaimana kami bisa percaya pada kata-katamu? Perjalanan yang begitu jauh engkau tempuh dalam waktu semalam saja?” Tanya seorang pemuka Quraisy.
Akhirnya Nabi bercerita lagi mengenai pertemuannya dengan beberapa kafilah yang sedang menuju Makah. Mereka baru akan tiba sore itu. Nabi menggambarkan ciri-ciri kafilah tadi dengan menjelaskan warna unta yang paling depan beserta bawaannya dan Nabi memberikan petunjuk arah pada kafilah yang tersesat.
Orang-orang kafir Quraisy segera pergi dan mencari kafilah yang diceritakan Nabi tadi ternyata keterangan Nabi benar. Meskipun demikian, kaum kafir yang sesat itu masih tidak mempercayai mukjizat yang diterima Rasulullah. Mereka tetap tidak mau beriman.
Abu Jahal Ingin membunuh Rasulullah SAW
Para petinggi Quraisy ingin berunding dengan Rasulullah SAW. Tatkala Rasulullah SAW berlalu, Abu Jahal dengan sombongnya berkata kepada kaum Quraisy, Wahai kaum Quraisy! Sesungguhnya Muhammad sebagaimana yang telah kalian saksikan, hanya ingin mencela agama nenek moyang kita, menuduh kita menyimpang dari kebenaran serta mencaci tuhan-tuhan kita. Sungguh aku berjanjiatas nama Allah untuk duduk di dekatnya dengan membawa batu besar yang mampu aku angkat dan aku hempaskan ke atas kepalanya saat dia sedang sujud dalam shalatnya. Maka setelah itu, kalian hanya memiliki dua pilihan; menyerahkanku atau melindungiku. Dan setelah itu, Silakan Bani ‘Abdi Manaf berbuat apa saja yang mereka mau.”
Mereka menjawab, Demi Allah, “Demi Allah! Sekali-kali Kami tidak akan menyerahkanmu. Lakukan apa yang engkau inginkan.”
Pagi harinya, Abu Jahal benar-benar mengambil batu besar sebagamana yang ia katakan, kemudian duduk sambil menunggu Rasulullah SAW, tak berapa lama, Rasulullah dating sebagaimana biasa. Lalu beliau melakukan shalat sedangkan kaum Quraisy juga sudah datang dan duduk ditempat mereka berkumpul sambil menunggu yang akan dilakukan oleh Abu Jahal. Rasul saat sujud, Abu jahal mengangkat batu besar kemudian berjalan menuju kearah nabi hingga jaraknya dekat. Akan tetapi anehnya ia berbalik mundur, wajahnya pucat pasi ketakutan. Tangannya sudah tidak bisa menahan beratnya batu hingga dia melemparkannya. Menyaksikan hal seperti itu, para pemuka Quraisy bergegas menyongsong dan bertanya”Ada apa denganmu, wahai Abu Jahal.”
“Aku telah berdiri menuju kearahnya untuk melakukan yang telah ku katakan semalam, namun ketika aku mendekatinya seakan ada onta jantan yang menghalangiku. Aku belum pernah melihat onta jantan yang lebih menakutkan darinya, baik rupanya, lehernya ataupun taringnya. Binatang itu ingin memangsaku”, Kata Abu Jahal.
Walaupun demikian Abu Jahal tidak ada sadarnya pada saat parlemen “Darun Nadwah” mengadakan sidang istimewa, Abu Jahal mewakili kabilah Bani Makhzum.
Sidang parlemen ini menyepakati terhadap keputusan keji untuk membunuh Nabi Muhammad SAW . Usulan keji itu berasal dari penjahat kelas kakap Makah yaitubernama Abu Jahal dengan usulan bahwa setiap kabilah harus memilih seorang pemuda yang gagah dan bernasab baik sebagai perantara, kemudian masing-masing diberikannya pedang yang tajam, lalu mereka arahkan untuk menebas secara serentak seakan tebasan satu orang untuk kemudian membunuhnya. Dengan begitu akan terbebas dari ancamannya. Berarti darahnya telah ditumpahkan oleh semua kabilah.
Tatkala keputusan keji itu akan dilaksanakan turunlah Malaikat Jibril untuk memberitahukan perihal persekongkolan Kaum Quraisy. Atas izin Allah SWT Nabi Muhammad SAW berhijrah meninggalkan Makah.
Abu Jahal dengan penuh keangkuhan dan kesombongan yakin betul akan berhasil membunuh Nabi seraya berkata pada rekannya Jika kalian tidak melakukannya , maka dia akan menyembelih kalian. Sekalipun persiapan yang dilakukan orang Quraisy untuk melaksanakan rencana keji sedemikian rapinya namun mereka mengalami kegagalan.
Abu Jahal gagal menangkap nabi lantas melabrak menyatroni Rumah Abu Bakar dan keluarlah Asma binti Abu Bakar. Abu Jahal yang terkenal dengan perangainya yang buruk menampar pipi Ama dengan sebuah tamparan yang menyebabkan anting-antingnya jatuh.
Singkat cerita dengan sisa-sisa kecongkakan dan keangkuhannya dia berusaha untuk tegar dan semangat. Abu Jahal yang suka mencaci maki Rasulullah SAW itu diserang oleh dua pemuda secara serentak pada saat perang Badar dengan pedangnya hingga dapat membunuhnya. Dua pemuda tersebut bernama Muadz bin Amr Al-Jamuh dan Mu’awwid bin Afra.



KISAH MUSAILAMAH AL KADZAB
Musailamah Al Kadzb adalah seorang nabi palsu. Ia mendakwahkan dirinya jadi nabi. Ia berusaha untuk menandingi Al Qur’an, padahal mustahil bagi manusia dapat membuat susunan yang serupa dengan Al Qur’an yang dapat menandinginya. Keindahan susunan dan gaya bahasanya serta isinya tidak ada tara bandingannya. Al Qur’an adalah mukjizat yang terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW.
Di dalam Al Qur’an sendiri memang terdapat ayat-ayat yang menantang setiap orang dan mengatakan: kendatipun berkumpul jin dan manusia untuk membuat yang serupa dengan Al Qur’an, mereka tidak akan dapat membuatnya, sebagaimana Firman Allah SWT
Artinya: “Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk mengatakan yang serupa Al Qur’an ini, niscaya tidak mereka akan dapat membuatnya, biarpun sebagian mereka membantu sebagian (yang lain).” (QS Al Isra’ ayat 88).
Musailamah Al Kadzab nabi palsu itu membuat gubahan untuk menandingi Al Qur’an. Kata-kata Musailamah Al Kadzab yang dianggapnya dapat menandingi sebagian ayat-ayat Al Qur’an contohnya adalah:
Artinya: Hai katak (kodok) anak dari dua katak, berkuaklah sesukamu,bahagian atas engau di air dan bahagian bawah engkau di tanah.
Seorang sasterawan Arab yang ternama yaitu Al Jahiz memberikan penilaian gubahan Musailamah Al Kadzab ini dalam bukunya yang bernama “ Al Hayawan “ sebagai berikut: Saya tidak mngerti apakah gerangan yang menggerakkan jiwa Musailamah menyebut katak (kodok) dan sebagainya itu, Alangkah kotornya gubahan yang dikatakannya sebagai ayat Al Qur’an itu kepadanya sebagai wahyu.”
Musailamah Al Kadzab menemui kegagalan dalam menandingi Al Qur’an. Ia bahkanmendapat cemoohan dan hinaan dari masyarakat.
Musailamah Al Kadzab yang mengaku sebagai nabi ini akhirnya ditumpas maka terjadilah pertempuran Yamamah pada tahun 12 Hijriyah, yaitu pertempuran antara pasukan Islam yang dipimpin oleh Kalid abi Walid melawan pasukan Musailamah Al Kadzab. Dengan pertempuran ini pasukan Islam dapat menumpas pasukan Musailamah Al Kadzab. Akhirnya Musailamah Al Kadzab berhasil dibunuh oleh Wahsyi.

Kamis, 31 Januari 2013

Cerita Horror7


School Ghost part7
Karya  : Muhammad Al-faruq Habiburrahman
Hari sabtu adalah hari yang terbaik untuk istirahat, sayangnya hari sabtu juga merupakan waktu luang yang sangat biasa digunakan untuk membuat acara. Dan sayangnya juga hari ini Nia dan kawan-kawannya sesama kelas VII F, ingin mengadakan acara di sekolah.
“Huh, hari inikan hari sabtu.” Keluh Rofiq.
“Kau ini kerjanya hanya mengeluh saja, kau lelaki bukan? Jika kau lelaki berhentilah mengeluh.” Kata Hendra teman baiknya Rofiq.
“Hendra benar, lagi pula ini adalah kegiatan kelas, jadi nikmati saja apapun yang bisa kita nikmati.” Kata Faruq secara tiba-tiba.
“Baiklah terserah kalian saja…” kata Rofiq.
“Haha… satu kosong untuk kau!” kata Azka yang muncul tiba-tiba juga. Disusul tawa yang lain. Acara pesta kelas VII F diadakan di sekolah, tepatnya di aula cadangan milik sekolah. Selain karena hari sabtu sekolah menjadi sepi, mereka lebih memilih sekolah karena disana lumayan jauh dari perumahan. Sehingga tidak akan mengganggu.
“Sebelum kita mulai, ayo kita absen terlebih dahulu!” seru Zaki lantang. Setelah itu Zaki pun mengabsen anak kelas VII F. Setelah mengabsen ternyata ada yang tidak hadir, dua orang.
“Ada dua orang yang tidak ke sini?” tany Zaki pada seluruh murid kelas VII F.
“Siapa saja? Sepertinya lengkap semuanya.” Kata Zulfa, fan-nya Zaki.
“Tentu saja itu kau Zaki” kata Cici yang langsung disusul tawa sekelas.
“Bukan, selain aku masih ada dua orang lagi.” Bantah Zaki.
“Lantas siapa?” tanya Zulfa lagi.
“Ezra dan…” Kata Zaki belum sempat menyelesaikan kalimatnya.
“Masih kurang satu!” teriak Agan.
“Siapa?” Kata anak kelas VII F pada Agan.
“Seseorang masih ada di kamar mandi!” umumnya lagi. Gayanya seperti ia akan memberitakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
“Hmm, itu kau. Kau habis dari kamar mandi bukan?” kata Zaki menanggapi seruan Agan.
“Tidak, masih ada seorang lagi yang di kamar mandi tadi.” Kata Agan.
“Mukanya tidak terlalu kelihatan, tapi yang pasti rambutnya dikuncir dua seperti ini.” Kata Agan sambil menggenggam kedua tangannya di samping telinganya.suasana hening sejenak, tiba-tiba bel sekolah berbunyi “teng… teng… teng, teng… teng… teng.” Semua murip pun kaget. Sekolah libur, pasti sekring bel dalam keadaan mati, lalu siapa yang membunyikan bel?
“Semuanya tenang jangan panik! Keluar aula ini dengan pelan-pelan dan jangan terburu-buru!” seru Zaki kencang. Hampir bersamaan dengan seruan Zaki, tiba-tiba pintu aula tertutup. Lampu aula pun mati-nyala, seperti sekolah ini menolak pesta kelas VII F itu. Seluruh murid kelas VII F pun merasa ketakutan dan berlarian di dalam aula yang tidak terlalu besar itu.
“Semuanya diam!” teriak Azka sekuat tenaga. Semua orang pun diam dan berhenti di tempat.
“Apa-apaan kalian ini, kalian sudah SMP masih saja takut dengan hal seperti ini. Bagaimana kalian mungkin mengatasi masalah jika kalian langsung lari saat terjadi sesuatu?” kata Azka lantang.

Bersambung minggu depan...


Selasa, 29 Januari 2013

Cerita Baroe


Tersasar
Karya     : Muhammad Al-Faruq Habiburrahman
Pada suatu sore yang panas dan terik, aku berjalan ke arah perempatan untuk menunggu angkot yang biasa lewat situ. Karena aku pulang agak telat dari biasanya, aku pulang sendiri tanpa teman-teman yang biasa pulang dengan ku. Akupun menaiki angkot dengan rute biasanya. Sampai royal aku menunggu angkot dengan bosan, ingin rasanya aku meloncat ke rumah dan langsung tidur di kasur. Tak lama kemudian angkotpun datang dan menghampiriku. “Mau kemana mas?” kata si sorpi angkot. “Ke Cijawa gak?” Kata ku. Si sopir hanya mengangguk, akupun langsung naik saja ke dalam.
Di dalam angkot aku menunggu sampai tujuan sambil membaca buku novel yang aku bawa dari rumah. Tanpa aku sadari angkot yang kunaiki sudah pindah dari jalur yang seharusnya ia lewati. Jika biasanya aku ke Cijawa, angkot yang kunaiki malah berbelok kanan yang ke arah cilegon. Aku terus membaca dan tidak menyadari itu.
Sampai di suatu tempat aku melihat sedikit ke luar untuk memastikan sudah sampai di mana. Aku terperanjat ketika melihat sebuah indomaret yang bertuliskan kramat watu. Aku pun langsung minta di turunkan dan protes ke si sopir. Si sopir bilang “tadi mas bilang mau ke Cilegon bukan?” aku pun langsung lemas. Aku turun tanpa di pungut biaya sepeserpun. Sekarang aku bingung ingin melakukan apa. Aku tidak bawa hand phone karena dilarang di sekolah, mau naik ojek tapi biayanya terlalu mahal dan di rumah belum tentu ada uang untuk membayarnya. Aku hanya bertanya pada si mamang ojek. “Mang kalau mau ke Cijawa dari sini naik apa?” kata ku. “Oh, mas mau ke Warung Pojok? Kalau dari sini naik ojek aja, lima belas juga bias. Kalau mau naik angkot biasanya jarang.”
Azan pun berbunyi, sudah maghrib dan aku belum sampai ke rumah. Akupun memutuskan untuk salat terlebih dahulu. Akupun berdoa agar diberikan jalan untuk kembali ke rumah dengan selamat. Pasca salat, aku hanya duduk sambikl merenung. Aku berpikir, jika ada angkot dari royal ke sini, berarti seharusnya ada juga yang dari sini ke royal. Akupun bangkit dan mencoba bertanya ke mamang ojek yang tadi “mang kalau ke royal ada nggak?” kata ku. “Banyak kok, tungguin aja.” Akupun menunggu angkot lewat. Ketika ada sebuah angkot aku langsung bertanya, “mang, royal?” langsung dijawab “yuk, naik!” aku pun naik ke angkot tersebut. Jam enam lewat aku baru mulai menuju rumah.
Ketika di tengah jalan, tiba-tiba si sopir meminta yang ke royal agar pindah ke angkot sebelah, ia pun meyakinkan bahwa tidak di pungut biaya. Akupun pindah ke angkot sebelah yang sudah terparkir manis di depan papan bertuliskan dilarang berhenti di sini. Akupun naik saja dan angkotpun langsung melaju dengan kencang. Sesampai royal aku langsung menunggu angkot jurusan Cijawa. Aku tidak mau kejadian barusan terulang lagi, jadi aku menunggu hingga mamang angkotnya berkata iya sebelum naik.
Aku sampai di Cijawa jam tujuh, saat azan isya berkumandang. Karena sudah malam, aku memilih untuk naik ojek agar lebih cepat. Berutung sepanjang siang tadi tidak hujan. Jika hujan pasti aku sudah kedinginan. Sampai di rumah aku langsung mandi dan makan. Setelah itu aku langsung melayang ke pulau kapuk di kasurku yang empuk.

Senin, 28 Januari 2013

Rangkuman Tugas SenBud

Mengapresiasi Seni Rupa
A.     Mengidentifikasi karya Seni Rupa Murni yang diciptakan di Indonesia
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang dapat dilihat dengan mata dan dapat dirasakan dengan rabaan.
Karya seni rupa murni diciptakan hanya untuk kepentingan kebutuhan emosi atau rihani dan kepentingan estis (keindahan).
Bidang seni rupa murni
1.      Seni lukis è Seni lukis modern Indonesia, dimulai dengan masuknya penjajah belanda di Indonesia.
Tema-tema seni rupa Indonesia :
a.       Tema masa perintisan è masa perintisan seni rupa modern dimulai dari munculnya Raden Saleh Bostaman sebagai orang Indonesia pertama yang mengenal seni lukis dengan teknik barat. Tema-tema ilustrasi suatu kegiatan, foto, dan gambar penelitian.
b.      Tema masa Indonesia jelita è tema-tema lukisan masa Indonesia jelita adalah wanita pemandangan, dan potret kaum bangsawan. Tema-tema tersebut dilukis dalam bentuk yang indah tanpa cacat. Nama pelukis masa à Basuki Abdullah, Triyoto Abdullah, Pringadi (1875-1936), Nenik Ngantung, Lee Man Fong, Ui Tiang Bun, Brauw Tikwi, Suyano, Wamidi, dan Suharyo.
c.       Tema masa perjuangan è tema-tema lukisan masa indnesia dalam zaman perjuangan kemerdekaan adalah bentuk-bentuk yang dilator belakangi semangat nasionalisme. Tokoh-tokoh yang menonjol pada masa ini à S. Sudjojono, Affandi, Agus Jaya Sumnita, Otto Jaya.
d.      Tema masa pasca merdeka è tema-tema lukisan setelah Indonesia merdeka dan berkembang pesat.
e.       Tema masa baru è tema-tema lukisan Indonesia baru banyak mengambil tema social, terutama tema kemiskinan kota. Bahkan mulai bermunculan tema-tema abstrak. Tokoh-tokoh seni rupa masa Indonesia baru à Jim Supangkat, Dede Eri Supri.

2.       Seni Grafis
Seni hrafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas.
Seni grafis mulai dikerjakan oleh seniman Indonesia setelah masa kemerdekaan. Sejak tahun 1960-an para seniman seperti Mochtar Apin, Soadi bersaudara, Kaboel, dan Naryudi, A.D. Pirous, dan T. Suyanto dari Bandung. Serta Sutomo, Abdul Salam, WIdayut, Suhardi, dan Eka Suprihadi dari Yogyakarta makinmenunjukan minat para gradisi.
3.      Seni Patung
Seni patung adalah cabang seni rupa murni yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat atau mencngkel (dengan cetakan). Perkembangan seni patung di Indonesia hingga tahun 1960 masih bercorak figurative.
4.      Seni Instalasi
Seni instalasi adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengontruksi sejumlah benda yang dianggap bias merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu.
5.      Seni Keramik
Seni keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya seni.
b.     Apresiasi tehadap keunikan gagasan  dengan teknik dalam karya seni rupa murni Indonesia
Seni rupa murni Indonesia sudah ada mulai zaman prasejarah hal ini dapat kita lihat pada lukisan-lukisan yanga ada pada dinding gua, prasasti dan candi.
Seni patung, pada masa modern ini karya seni rupa tidak hanya berfungsi untuk upacara keagamaan saja, tetapi sebagai sarana mengespresikan jiwa seniman.




Created by    : Agam Gunawan
Edited by       : Muhammad Al-Faruq Habiburrahman

Angka 7


MISTERI DIBALIK ANGKA (7)

Kembali ke angka 7, menurut cerita angka 7 telah mempesona sejak jaman dahulu kala. Di China angka 7 dihubungkan dengan kehidupan gadis, dimana gadis mempunyai gigi susu pada usia 7 bulan dan tanggal pada usia 7 tahun, dalam 2 x 7 tahun “roda yin” membuka ketika ia mencapai masa puber, dan pada 7 x 7 = 49 datanglah masa monopause. Berikut Misteri Dibalik Angka 7, yaitu :

Di Amerika Kuno
Kesakralan angka 7 tidak ditemui di Amerika pra-Columbian dimana bangsa Maya percaya bahwa pada 7 lapis langit dan menganggap 7 sebagai angka penjuru mata angin.

Di Agama Yahudi
Dalam agama Yahudi (agama sebelum nabi Ibrahim. AS, atau agama pada jaman sebelum Masehi) hari ke 7 menjadi hari libur suci, sehinga di sakralkan, pada hari ke 7 itu larangan bekerja di ubah menjadi perintah. Dalam kitab perjanjian lama penuh angka 7. Pada generasi ke 7 setelah Adam hiduplah Lamech (silsilah dari Adam ) selama 777 tahun dan harus membayar balas dendam selama 777 tahun (Kejadian : 4.24). Tujuh tahun langkah menuju kuil sulaiman berhubungan dengan 7 cerita tentang kuil kuil Babilonia. Lalu Merpati Nuh menghilang selama 7 hari, dan tanda tanda datangnya muncul selama 7 hari, sungai Eufrat terbagi menjadi 7 aliran.

Di Agama Kristiani
Pada abad ke -14, sejarawan Mesir al-Maqrizi mengatakan bahwa orang orang kristen di Mesir (Koptik) merayakan 7 pesta besar dan 7 pesta kecil di gereja mereka. Dimana pesta yang dilangsungkan adalah 7 untuk pesta kesenangan dan 7 untuk pesta kesedihanMaria yang selaras dengan irama heptadik. Oleh karena itu dalam musik renaisans terdapat sejumlah lagu dengan 7 suara, yang biasanya dipersembahkan kepada Perawan Maria atau berkaitan dengan 7 pahala Roh Kudus.

Di India
Angka 7 juga banyak di jumpai di India, menurut cerita, angka 7 adalah angka penting terpenting di Weda selain angka 3. Angka 7 secara khusus berkaitan dengan Agni, dewa Api yang memiliki 7 istri, ibu atau adik serta 7 api, balok atau lidah, dan lagu lagu yang diperuntukkan baginya berjumlah 7. Dalam kepercayaan merea dewa matahari mempunyai 7 kuda penarik keretanya di langit.

Di Agama Budha
Dalam Budha (sidharta Gautama) yang baru lahir diyakini oleh pengikutnya, ketika lahir langsung menapak 7 langkah. Ia mencari keselamatan selama 7 tahun dan mengitari pohon bodhi selama 7 kali sebelum duduk bermeditasi dibawahnya. Masih menurut cerita, bahwa Syurga Budha mempunyai 7 teras, 7 karya keagamaan akan membawa manfaat bagi orang orang yang mempercayai kehidupan ini.

Di Ilmu Pengetahuan
Dalam Ilmu pengetahuan, angka 7 adalah dasar dari akumulasi angka yang tak terhitung jumlahnya, mulai dari 7 atom, 7 partikel terkecil dan seterusnya.

Di Agama Islam
Dalam islam, yang menarik dan untuk dicatat adalah, bahwa surah pertama dalam Al-Qur’an, Al-Fatihah mempunyai 7 ayat. Kalimah Syahadat dalam Laa Ilaaha ilaa Allaah, Muhammad rasul Allah terdiri dari 7 kata. Menurut Al-Qur’an Tuhan menciptakan langit dan bumi menjadi 7 lapis. Lalu Thawaf mengelilingi Ka’bah di Mekkah dilakukan sebanyak 7 kali, demikian juga dengan lari lari kecil (Sa’i) antara Shafa dan Marwah. Pada akhir haji, dekat Mina, syetan di lepar dalam 3 kali masing masing dengan 7 buah kerikil kecil yang lazim disebut (melempar jumroh). Angka 7 juga disukai oleh kaum Sufi. Tasawuf memperbincangkan 7 Lathaaif, atau titik titik subtil pada tubuh tempat kaum Sufi memusatkan kekuatan spiritualnya.

Di Masarakat Jawa
Dalam tradisi Jawa, ada moment tertentu yang berhubungan dengan angka 7. Sebagai contoh ketika orang hamil sudah usia 7 bulan, maka diadakan selamatan dengan istilah yang disebut “Tingkepan”. Lalu pada bayi yang telah berusia 7 bulan, maka ada prosesi yang dinamakan turun tanah. Persyaratan Upacara adat tertentu harus menggunakan kembang 7 rupa, mandi 7 sumur, Pesta kadang - kadang diadakan 7 hari 7 malam.. Juga tentang mitos kekayaan yang smapai 7 turunan ... (keturunan ke 8 jadi gembel...)

Benua Ada 7
Allah menurunkan malaikat untuk membunuh pasukan gajah 70000 malaikat. Allah menghias manusia dengan tujuh anggota badan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua lutut, dan satu wajah. Kemudian Allah menghiasinya, dengan tujuh peribadatan, yaitu : dua tangan dengan doa, dua kaki dengan berkhidmat, dua lutut dengan duduk, dan wajah (muka) dengan sujud. Beberapa keajaiban angka 7 ada diantaranya terdapat pada ciptaan Allah yang lain, yaitu :

7 Lapis Langit
Rakaat Shalat 17
Pintu Surga Dan Neraka 7
Keajaiban Dunia Ada 7
27 Pahala Shalat Berjamaah
7 Lubang Dalam Tubuh Kita
1 Minggu 7 Hari

Allah menghiasi Al-Qur’an (Kitab suci umat Islam) dengan Tujuh surat panjang, Yaitu Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maaidah, An-Nissa', Al 'Araaf, Al An'aam dan Al-Anfaal atau At-Taubah. Kemudian Allah menghiasinya pula dengan Tujuh ayat Ummul kitab (Al-Fatihah/Pembuka kitab). Sebagaimana Firman Allah dalam Surat AL Hijr ayat 87, "Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung."Allah menghias umur manusia dengan tujuh tingkatan/tahapan. Pada masa baru lahir dinamakan tahapan rodhi’ (Menyusu), kemudian tahap fa thim (disapih), tahapan Shobiyyi (bayi), tahapan ghulam (masa kanak-kanak), kemudian tahapan syaab (pemuda/remaja), kemudian tahapan kuhul (yakni menginjak usia antara 30-50 tahun), dan menginjak tahapan Syaikh (masa tua). Demikianlah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Berkehendak telah menciptakan alam semsta dengan penuh misteri, seperti misteri nya angka 7. Allahu’Alam.