Pada suatu malam Newton
mengundang seorang temnannya untuk makan bersama dirumahnya. Tetapi saat waktu
yang ditentukan datang, Newton
malah lupa untuk pulang ke rumahnya. Jadi saat temannya datang, ia tidak ada di
rumah. Temannya
Newton pun menunggu Newton pulang. Karena sudah
larut malam, kokinya Newtonpun menyediakan sebuah ayam yang besar dibawah
tudung saji untuk temannya Newton .
Saat selesai makan, temannya Newton
memasukan kembali tulang ayam tersebut kedalam tudung saji tadi. Setelah itu
iapun pulang ke rumahnya sendiri. Beberapa saat kemudian si Newton pulang ke rumah. Sesampainya dirumah
ia membuka tudung saji dan menemukan tulang bekas ayam yang sudah habis
dimakan. Lalu iapun berkata pada dirinya sendiri “memangnya aku sudah makan
tadi ya?”
Sabtu, 01 Desember 2012
Minggu, 25 November 2012
Artikel
Usaha & Hasil
Sebagai manusia pada umumnya, kita tidak dapat menghindari yang namanya proses dan hasil. Proseslah yang membawa kita pada hasil. Namun kebanyakan dari manusia masih menganggap hasil adalah yang terpenting. Padahal proses yang baik akan mengantarkan pada hasil yang baik pula.
Contoh kasus, seorang anak mengikutii ujian. Proses yang benar dengan tekun sehingga ketika ujian dia bias. Namun jika prosesnya salah, yaitu ketika ujian dia mencontek, maka buruk pula hasilnya. Walaupun ‘mungkin‘ (karena yang dicontek belum tentu benar) hasil ujiannya bagus, apakah dijamin ia akan paham tentang pelajaran itu kedepannya?
Dalam banyak hal, memang hasil dapat dilihat secara lebih nyata dari pada prosesnya. Misalkan di pengadilan, seorang yang terbukti menjadi maling ayam, akan dihukum sesuai tuntutan hukumannya, jarang dilihat bagaimana proses pencurian itu terjadi, misalkan ia mencuri karena ada anggota keluarganya yang sedang kelaparan atau sakit. Bisa jadi, justru si pemilik ayam itu yang dihukum karena membiarkan tetangganya kelaparan atau sakit – sakitan.
Tanpa adanya proses, tidak aka nada hasil. Tidak peduli bagaimana prosesnya, hasill selalu ada. Namun kebanyakan orang terpaku kepada hasil. Sehingga mengabaikan proses yang baik seperti contoh diatas tadi.
Manusia adalah makhluk yang lemah. Sebagai manusia kita seharusnya lebih memperhatikan prosesnya dari pada hasilnya. Biarlah Allah SWT yang menentukan bagaimana hasil dari proses yang kita jalani. Toh Allah tidak melihat hasil kita, namun proses yang kita lakukan untuk mencapai suatu tujuan atau hasil.
Berbeda dengan pemikiran manusia yang lebih mementingkan hasil dari pada proses itu sendiri. Karena seperti itulah sifat alami manusia yang selalu ingin instan. Padahal dari prose situ kita akan belajar, bagaimana melakukan hal yang benar. Dan jika kita salah dalam proses, itu akan menjadi pelajaran agar kita tidak salah lagi dalam proses selanjutnya. Karena sebagai manusia kita hanyalah berhak menjalani proses saja sedangkan hasil adalah hak yang maha kuasa.
Sepatah kata dari saya untuk memotifasi, dan agar kalian mengetahui sesuatu yang penting untuk diketahui.
Memang benar malaikat kubur tidak bertanya “apakah kamu semasa hidup mencontek?” tetapi malaikat kubur akan bertanya kepada kalian “halalkah harta yang kau miliki semasa hidup?” bagaimana harta yang kita pergunakan untuk menghidupi keluarga kita suatu hari nanti bisa halal, jika ijazah yang kita pergunakan untuk melamar kerja adalah hasil dari mencontek.
Mudah mudahan tulisan yang tidak terlalu bagus ini (karena yang buat belum professional dalam hal membuat artikel) dapat mebuat kita termotifasi dan introspeksi juga memperbaiki diri kita menuju kearah yang lebih baik lagi. Amin.
Selamat mengerjakan soal Ujian Kenaikan Kelas bagi siswa dan siswi al-izzah dan seluruh siswa yang sedang menghadapi ujian. Mudah mudahan dapat mengerjakan soal ujian dengan baik tanpa mencontek pastinya.
Kamis, 22 November 2012
Lyric Lagu Maher Zain ~Awaken
Awaken
By: Maher Zain
We were given so many prizes
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn't stop buying
We gave charity to the poor 'cause
We couldn't stand their crying
We thought we paid our dues
But in fact
To ourselves we're just lying
Oh...I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We were told what to buy and we'd bought
We went to London, Paris and Costa Del Sol
We made show we were seen in the most exlusive shops
Yes we felt so very satisfied
We felt our money gave us infinite power
We forgot to teach our children about history and honor
We didn't have any time to lose
When we were.. (were)
So busy feeling so satisfied
I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We became the visuals without a soul
despite the heat
Our homes felt so empty and cold
To fill the emptiness
We bought and bought
Maybe all the fancy cars
And bling will make us feel satisfied
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn't stop buying
We gave charity to the poor 'cause
We couldn't stand their crying
We thought we paid our dues
But in fact
To ourselves we're just lying
Oh...I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We were told what to buy and we'd bought
We went to London, Paris and Costa Del Sol
We made show we were seen in the most exlusive shops
Yes we felt so very satisfied
We felt our money gave us infinite power
We forgot to teach our children about history and honor
We didn't have any time to lose
When we were.. (were)
So busy feeling so satisfied
I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We became the visuals without a soul
despite the heat
Our homes felt so empty and cold
To fill the emptiness
We bought and bought
Maybe all the fancy cars
And bling will make us feel satisfied
My dear brother and sister
It's time to change inside
Open your eyes
Don't throw away what's right aside
Before the day comes
When there's nowhere to run and hide
Now ask yourself 'cause Allah's watching you
Is He satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Oh..I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
Minggu, 18 November 2012
Number One For Me ~Maher Zain
Number
One For Me Lyrics
By: Maher Zain
I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I’m here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I’m here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed
Chorus:
Oh, if I could turn back time rewind
If I could make it undone
I swear that I would
I would make it up to you
Oh, if I could turn back time rewind
If I could make it undone
I swear that I would
I would make it up to you
Mum I’m all grown up now
It’s a brand new day
I’d like to put a smile on your face every day
Mum I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day
It’s a brand new day
I’d like to put a smile on your face every day
Mum I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day
And now I finally understand
Your famous line
About the day I’d face in time
‘Cause now I’ve got a child of mine
And even though I was so bad
I’ve learned so much from you
Now I’m trying to do it too
Love my kid the way you do
Your famous line
About the day I’d face in time
‘Cause now I’ve got a child of mine
And even though I was so bad
I’ve learned so much from you
Now I’m trying to do it too
Love my kid the way you do
CHORUS
You know you are the number one for me
(x3)
Oh, oh, number one for me
There’s no one in this world that can take your place
Oh, I’m sorry for ever taking you for granted, ooh
I will use every chance I get
To make you smile, whenever I’m around you
Now I will try to love you like you love me
Only God knows how much you mean to me
Oh, oh, number one for me
There’s no one in this world that can take your place
Oh, I’m sorry for ever taking you for granted, ooh
I will use every chance I get
To make you smile, whenever I’m around you
Now I will try to love you like you love me
Only God knows how much you mean to me
CHORUS
You know you are the number one for me
(x3)
Oh, oh, number one for me
Sabtu, 10 November 2012
kisah ada hikmahnya
Sekelompok Pencuri dan Anak Kecil
Pada suatu hari, tersebutlah
sekelompok pencuri yang ingin mencuri buah jambu dari sebuah pohon jambu yang
sangat lebat buahnya. Ketika akan masuk mereka melihat seorang anak kecil yang
berdiri di dekat pagar kebun itu. Lalu mereka berkata kepada anak muda
tersebut.
“Hei anak kecil, maukah kamu masuk
ke dalam kebun itu dan memanjat pohonnya untuk kami? Kau akan dapat bagian jika
kau mau.”
Anak kecil itu pun mengangguk tanda
setuju. Kemudian ia masuk bersama sekelompok pencuri itu ke dalam kebun jambu
tersebut. Sesampainya mereka ke dalam kebun jambu tersebut, para pencuri itu
mendorong si anak agar dapat meraih sebuah dahan dan dapat memanjat pohon
tersebut.
“Hei anak kecil, jangan kau sentuh
sama sekali jambu-jambu diatas. Agar jika ada yang melihat kamu, kamu tidak
akan diapa-apakan.” Kata si ketua gerombolan pencuri.
“Lantas apa yang harus ku perbuat?” Tanya si anak kecil.
“Duduklah di tengah-tengah dahan
yang kuat itu dan goyangkanlah dahan yang lebih tinggi agar jambu-jambunya
jatuh, dan dapat kami tangkap.” Kata ketua gerombolan itu.
Maka anak kecil itu pun mengikuti
saran sekelompok pencuri itu. Digoncangkan dahan pohon jambu itu kuat-kuat sampai
buahnya berserakan dimana-mana, dan sekelompok pencuri itu memungut jambu-jambu
yang ada di bawah pohon.
Ketika sedang asik-asiknya
mengambili jambu, tiba-tiba sang pemilik kebun datang dan berteriak.
“Hei pencuri, a[a yang kalian
lakukan di dalam kebunku?”
Mereka menjawab:
“Kami tidak mencuri apa-apa. Hanya ketika
kami lewat di depan kebun ini, kami melihat anak kecil yang sedang duduk di sana . Kami kira ia adalah
pemilik pohon itu. Jadi kami meminta beberapa buah jambu itu. Maka ia
menggoyangkan dahannya sehingga buahnya berjatuhan. Sungguh kami tidak mencuri.”
Pemilik kebun itupun berkata pada si
anak kecil:
“Apa yang akan kau katakana untuk
membelamu?”
Anak muda itu menjawab:
“Itu bohong! Saya mengatakan yang
sebenar-benarnya. Kami masuk, memanjat, dan mengambil buah jambu ini bersama-sama.”
Pemilik kebun itu lebih percaya pada
omongan si ketua gerombolan pencuri, sang pemilik kebun pun marah dan berkata
pada si anak kecil:
“Kau sudah menjerumuskan dirimu
sendiri dalam bencana yang besar. Apakah kau sudah mendapatkan hasil dari
perbuatanmu?”
Anak kecil itu menjawab:
“Saya bahkan belum memakannya bahkan
secuilpun.”
Si pemilik kebun itupun
menggoncangkan dahan pohon hingga si anak kecil jatuh lalu berkata:
“Kau mengaku menjadi pemilik pohon
ini dan masih saja dapat berbohong.”
Anak itupun menjawab sambil
tertunduk lesu kepada sekelompok pencuri tersebut:
“Aku tidak dapat berbuat apapun
kepada kalian. Pergilah!”
Pemilik kebun itupun menyueret dan
menghukum si anak kecil.
Hikmah
“Janganlah jadi lilin : Menerangi orang lain tapi sendirinya terbakar.”
Minggu, 28 Oktober 2012
Kata Pengantar Tugas Liburan
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbill’alamin, banyak nikmat yang Allah berikan tetapi
sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru
sekalian alam atas segala berkah, rahmat, taufiq, serta hidayahnya yang tiada
terkira besarnya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah dengan juduL
“KLIPING PROYEK INDIVIDU TENTANG LAPORAN PELAKSANAAN ‘IEDUL QURBAN 1433 H.”
Dalam penyusunannya, saya mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak, karena
itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada kedua orang
tua saya yang bersedia meluangkan waktunya, juga adik adik saya yang rela tidak
bermain laptop selama beberapa saat karena dipakai oleh saya.
Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat memberikan sedikit nilai
tambahan pada pelajaran PAI. Meskipun saya berharap makalah ini bebas dari
kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Karena kesempurnaan itu
hanyalah milik allah SWT. Oleh karena itu, saya sebagai penulis mengharapkan
permohonan maaf atas kekurangan yang ada dalam makalah ini.
Serang, Oktober 2012
Penysun
Muhammad Al-faruq Habiburrahman
Sabtu, 20 Oktober 2012
Please
Karena admin baru mengenal blog, tolong ya yang sudah berpengalaman tolong di beri pendapat tentang blog ini dan saran yang mau ditambahkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
