Kamis, 06 Desember 2012

Kentang Besar


Menanam Kentang Besar
B
ertahun tahun yang lalu para imigran Irlandia menerima teori bahwa mereka dapat mengkonsumsi kentang besar. Sedangkan kentang kecil untuk untuk keperluan pembibihan. Mereka melakukannya selama beberapa waktu. Mereka makan semua kentang besar dan menanam kentang kecil.
Akan tetapi, tidak lama kemudian  mereka mulai memahami hokum alam lebih dalam. Saat mereka tetap menjalankan teori di atas, alam membuat kentang mereka semakin hari semakin kecil dan akhirnya menjadi sebesar kelereng. Para petani Irlandia belajar melalui pengalaman pahit. Bahwa mereka tidak dapat menyimpan hal-hal terbaik dari hidup untuk diri sendiri dan menggunakan sisanya untuk pembibitan.
Hokum alam menyatakan bahwa musim panen mencerminkan musim tanam. Menanam kentang-kentang yang kecil merupakan praktik umum dewasa ini. Kita sering mencoba menyimpan sesuatu yang terbai dari hidup kita untuk diri kita sendiri dan menanam barang yang kurang baik. Kita perlu mengingat apa yang dipelajari oleh para petani Irlandia, “Kita tidak dapat memakan semua kentang yang besar, namun masih berharap mendapatkannya selama bertahun-tahun.” Sungguh, panen mencerminkan musim tanam.
Tanyakan pada diri kita sendiri. Apa yang sedang saya tanam dalam hidup? Apakah panenan saya mencerminkan apa yang sudah saya tanam atau panenan  yang masih akan saya panen?
“Hanya ada satu hokum yang berlaku, engkau menuai apa yang kau tanam, tidak yang lainnya.”

Senin, 03 Desember 2012

Mythology and Legend


Mitologi dan Legenda
Dahulu kala, pada waktu nenek moyang anda ketakutan oleh suara Guntur dan kilat, mungkin mereka biasa mengatakan “Dengarkan! Tuhan langit sedang berteriak! Cahaya tersebut adalah kapak langitnya yang dilemparkan ke bumi keran ia sedang marah!”
Semakin lama cerita ini semakin rumit. Di seluruh dunia orang mewariskan cerita yang mencoba menjelaskan peristiwa – peristiwa alam. Misalnya mengapa malam mengikuti siang, atau siapa yang lebih dahulu menempatkan laki – laki atau perempuan di bumi. Kita menyebut cerita semacam ini dengan mitologi.
Mitologi Tentang Api
Di bagian dunia yang dingin di utara, api besar dinyalakan pada pertengahan musim dingin untuk membantu Matahari agar lahir kembali. Orang Yunani Kuno menceritakan dongeng bahwa Prometheus mencuri api dari Zeus, sang ketua para dewa, dan membawanya dari surge serta diberikan kepada manusia dalam bentuk alang – alang yang berlubang. Sangat marah atas pencurian ini, Zeus merantai Prometheus  ke batu karang, di mana hahtinya dimakan oleh burung elang setiap hari, tetapi terus tumbuh setiap malam.
Orang Tua Musim Dingin dan Ratu Musim Panas
Perubahan musim tampak misterius bagi orang – orang yang tidak mengetahui bahwa bumi melakukan perjalanan mengelilingi matahari. Orang Indian di Amerika Utara mempunyai ceitanya yang menjelaskan mengapa udara menjadi dingin di musim dingin dan panas di musim panas.
Orang Tua musim dingin tinggal di daerah utara yang dingin di sebuah kerajaan salju dan es. Suatu hari ia mulai berjalan ke selatan. Dimana pun ia berhenti, danau membeku, pohon berubah menjadi balok es, burung berjatuhan dari udara seperti batu. Orang – orang menjadi ketakutan, mereka berkerumun di sekitar api, menunggu kematian.
Glooskap, pemimpin mereka, melakukan perjalanan ke daerah selatan yang hangat, dan meminta Ratu Musim Panas agar membantu. Ratu itu membawa kehangatan dan sinar mentari untuk melelehkan es. Kemudian Glooskap melihat bahwa Orang Tua Musim Dingin juga meleleh, laksana patung salju meleleh dan menghilang di musim semi. “Tolong selamatkan dia,” Glooskap berkata kepada Ratu Musim Panas. Jadi selama enam bulan setiap tahun. Ratu Musim Panas tinggal di selatan, dan Orang Tua Musim DIngin memerintah di utara. Kemudian Ratu Musim Panas memaksanya kemnali ke kerajaan saljunya, dan membawa kembali musim semi.
Legenda
Legenda adalah cerita mengenai manusia nyata yang terkenal karena melakukan sesuatu yang berani atau luar biasa. Biasanya ada kandungan kebenarannya, tetapi cerita aslinya mungkin dilebih – lebihkan pada waktu orang menceritakannya dan menceritakannya kembali. Jika cerita tersebut sudah berabad abad usianya, mungkin tidak ada bukti yang menceritakan kepada kita apa yang sebenarnya terjadi.
Legenda Horatius
Horatius adalah plajurit Romawi, yang terkenal karena legenda tentang bagaimana dia mempertahankan kotanya dari serangan sekelompok tentara musuh. Musuh berkumpul di sisi sungai Tiber yang jauh, yang terlalu deras arusnya untuk direnangi. Satu – satunya cara untuk menyebrang adalah dengan menggunakan sebuah jembatan kayu. Horatius memanggil orang – orangnya, “Ambilah kapak dan potong jembatan itu di belakang saya. Saya akan mendorong mundur tentara tersebut.” Dia dan dua orang kawannya berlari ke tangah jembatan, tiga lawan sekelompok tentara. Pada waktu mereka melawan para penyerang, orang Romawi memotong – motong jembatan tersebut di belakang mereka. Horatius berteriak kepada teman – temannya, “Kembalilah! Jembatan akan roboh.”
Teman – temannya melompat mencari selamat, dan persis pada saat jembatan itu mulai jatuh ke air,dengan membawa dengan membawa selusin tentara musuh ke air, Horatius terjun ke dalam air juga, dan berenang dengan selamat ke daerah Romawi.
Anak Laki-Laki yang Berterus Terang
George Washington merupakan salah seorang Amerika yang paling mashur. Dia memulai hidupnya sebagai salah satu dari sepuluh anak yang dibesarkan disebuah pertanian di Virgina. Suatu hari,  pada waktu tidak ada yang mengetahui, George mengambil kapak kayu dan memotong pohon ceri ayahnya. Ayahnya sangat marah dan bertanya kepada setiap orang “Siapa yang memotong pohon ceri saya?” “Saya yang melakukannya, pak!” kata George. Ayahnya heran, “Kamu telah berterus terang dan berani mengaku sepenuhnya,” katanya. “Maka saya tidak akan menghukummu.” Ini merupakan legenda yang dibuat oleh sahabat – sahabat George karena tidak ada hal yang secara khusus diketahui tentang masa kecilnya, dank karena dia akhirnya menajdi presiden Amerika Serikat yang pertama.

Sabtu, 01 Desember 2012

cerita menarik


Sir Isaac Newton Yang Pelupa
Pada suatu malam Newton mengundang seorang temnannya untuk makan bersama dirumahnya. Tetapi saat waktu yang ditentukan datang, Newton malah lupa untuk pulang ke rumahnya. Jadi saat temannya datang, ia tidak ada di rumah. Temannya Newton pun menunggu Newton pulang. Karena sudah larut malam, kokinya Newtonpun menyediakan sebuah ayam yang besar dibawah tudung saji untuk temannya Newton. Saat selesai makan, temannya Newton memasukan kembali tulang ayam tersebut kedalam tudung saji tadi. Setelah itu iapun pulang ke rumahnya sendiri. Beberapa saat kemudian si Newton pulang ke rumah. Sesampainya dirumah ia membuka tudung saji dan menemukan tulang bekas ayam yang sudah habis dimakan. Lalu iapun berkata pada dirinya sendiri “memangnya aku sudah makan tadi ya?”

Minggu, 25 November 2012

Artikel



Usaha & Hasil

Sebagai manusia pada umumnya, kita tidak dapat menghindari yang namanya proses dan hasil. Proseslah yang membawa kita pada hasil. Namun kebanyakan dari manusia masih menganggap hasil adalah yang terpenting. Padahal proses yang baik akan mengantarkan pada hasil yang baik pula.
Contoh kasus, seorang anak mengikutii ujian. Proses yang benar dengan tekun sehingga ketika ujian dia bias. Namun jika prosesnya salah, yaitu ketika ujian dia mencontek, maka buruk pula hasilnya. Walaupun ‘mungkin‘ (karena yang dicontek belum tentu benar) hasil ujiannya bagus, apakah dijamin ia akan paham tentang pelajaran itu kedepannya?
Dalam banyak hal, memang hasil dapat dilihat secara lebih nyata dari pada prosesnya. Misalkan di pengadilan, seorang yang terbukti menjadi maling ayam, akan dihukum sesuai tuntutan hukumannya, jarang dilihat bagaimana proses pencurian itu terjadi, misalkan ia mencuri karena ada anggota keluarganya yang sedang kelaparan atau sakit. Bisa jadi, justru si pemilik ayam itu yang dihukum karena membiarkan tetangganya kelaparan atau sakit – sakitan.
Tanpa adanya proses, tidak aka nada hasil. Tidak peduli bagaimana prosesnya, hasill selalu ada. Namun kebanyakan orang terpaku kepada hasil. Sehingga mengabaikan proses yang baik seperti contoh diatas tadi.
Manusia adalah makhluk yang lemah. Sebagai manusia kita seharusnya lebih memperhatikan prosesnya dari pada hasilnya. Biarlah Allah SWT yang menentukan bagaimana hasil dari proses yang kita jalani. Toh Allah tidak melihat hasil kita, namun proses yang kita lakukan untuk mencapai suatu tujuan atau hasil.
Berbeda dengan pemikiran manusia yang lebih mementingkan hasil dari pada proses itu sendiri. Karena seperti itulah sifat alami manusia yang selalu ingin instan. Padahal dari prose situ kita akan belajar, bagaimana melakukan hal yang benar. Dan jika kita salah dalam proses, itu akan menjadi pelajaran agar kita tidak salah lagi dalam proses selanjutnya. Karena sebagai manusia kita hanyalah berhak menjalani proses saja sedangkan hasil adalah hak yang maha kuasa.
Sepatah kata dari saya untuk memotifasi, dan agar kalian mengetahui sesuatu yang penting untuk diketahui.
Memang benar malaikat kubur tidak bertanya “apakah kamu semasa hidup mencontek?” tetapi malaikat kubur akan bertanya kepada kalian “halalkah harta yang kau miliki semasa hidup?” bagaimana harta yang kita pergunakan untuk menghidupi keluarga kita suatu hari nanti bisa halal, jika ijazah yang kita pergunakan untuk melamar kerja adalah hasil dari mencontek.
Mudah mudahan tulisan yang tidak terlalu bagus ini (karena yang buat belum professional dalam hal membuat artikel) dapat mebuat kita termotifasi dan introspeksi juga memperbaiki diri kita menuju kearah yang lebih baik lagi. Amin.
Selamat mengerjakan soal Ujian Kenaikan Kelas bagi siswa dan siswi al-izzah dan seluruh siswa yang sedang menghadapi ujian. Mudah mudahan dapat mengerjakan soal ujian dengan baik tanpa mencontek pastinya.

Kamis, 22 November 2012

Lyric Lagu Maher Zain ~Awaken


Awaken
By: Maher Zain

We were given so many prizes 
We changed the desert into oasis
 
We built buildings of different lengths and sizes
 
And we felt so very satisfied
 
We bought and bought
 
We couldn't stop buying
 
We gave charity to the poor 'cause
 
We couldn't stand their crying
 
We thought we paid our dues
 
But in fact
 
To ourselves we're just lying
 
Oh...I'm walking with my head lowered in shame from my place
 
I'm walking with my head lowered from my race
 
Yes it's easy to blame everything on the west
 
When in fact all focus should be on ourselves
 

We were told what to buy and we'd bought
 
We went to London, Paris and Costa Del Sol
 
We made show we were seen in the most exlusive shops
 
Yes we felt so very satisfied
 
We felt our money gave us infinite power
 
We forgot to teach our children about history and honor
 
We didn't have any time to lose
 
When we were.. (were)
 
So busy feeling so satisfied
 
I'm walking with my head lowered in shame from my place
 
I'm walking with my head lowered from my race
 
Yes it's easy to blame everything on the west
 
When in fact all focus should be on ourselves
 

We became the visuals without a soul
 
despite the heat
 
Our homes felt so empty and cold
 
To fill the emptiness
 
We bought and bought
 
Maybe all the fancy cars
 
And bling will make us feel satisfied
 

My dear brother and sister
 
It's time to change inside
 
Open your eyes
 
Don't throw away what's right aside
 
Before the day comes
 
When there's nowhere to run and hide
 
Now ask yourself 'cause Allah's watching you
 
Is He satisfied?
 
Is Allah satisfied?
 
Is Allah satisfied?
 
Is Allah satisfied?
 
Oh..I'm walking with my head lowered in shame from my place
 
I'm walking with my head lowered from my race
 
Yes it's easy to blame everything on the west
 
When in fact all focus should be on ourselves

Minggu, 18 November 2012

Number One For Me ~Maher Zain


Number One For Me Lyrics
I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I’m here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed
Chorus:
Oh, if I could turn back time rewind
If I could make it undone
I swear that I would
I would make it up to you
Mum I’m all grown up now
It’s a brand new day
I’d like to put a smile on your face every day
Mum I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day
And now I finally understand
Your famous line
About the day I’d face in time
‘Cause now I’ve got a child of mine
And even though I was so bad
I’ve learned so much from you
Now I’m trying to do it too
Love my kid the way you do
CHORUS
You know you are the number one for me (x3)
Oh, oh, number one for me
There’s no one in this world that can take your place
Oh, I’m sorry for ever taking you for granted, ooh
I will use every chance I get
To make you smile, whenever I’m around you
Now I will try to love you like you love me
Only God knows how much you mean to me
CHORUS
You know you are the number one for me (x3)
Oh, oh, number one for me

Sabtu, 10 November 2012

kisah ada hikmahnya


Sekelompok Pencuri dan Anak Kecil
Pada suatu hari, tersebutlah sekelompok pencuri yang ingin mencuri buah jambu dari sebuah pohon jambu yang sangat lebat buahnya. Ketika akan masuk mereka melihat seorang anak kecil yang berdiri di dekat pagar kebun itu. Lalu mereka berkata kepada anak muda tersebut.
“Hei anak kecil, maukah kamu masuk ke dalam kebun itu dan memanjat pohonnya untuk kami? Kau akan dapat bagian jika kau mau.”
Anak kecil itu pun mengangguk tanda setuju. Kemudian ia masuk bersama sekelompok pencuri itu ke dalam kebun jambu tersebut. Sesampainya mereka ke dalam kebun jambu tersebut, para pencuri itu mendorong si anak agar dapat meraih sebuah dahan dan dapat memanjat pohon tersebut.
“Hei anak kecil, jangan kau sentuh sama sekali jambu-jambu diatas. Agar jika ada yang melihat kamu, kamu tidak akan diapa-apakan.” Kata si ketua gerombolan pencuri.
“Lantas apa yang harus ku perbuat?” Tanya si anak kecil.
“Duduklah di tengah-tengah dahan yang kuat itu dan goyangkanlah dahan yang lebih tinggi agar jambu-jambunya jatuh, dan dapat kami tangkap.” Kata ketua gerombolan itu.
Maka anak kecil itu pun mengikuti saran sekelompok pencuri itu. Digoncangkan dahan pohon jambu itu kuat-kuat sampai buahnya berserakan dimana-mana, dan sekelompok pencuri itu memungut jambu-jambu yang ada di bawah pohon.
Ketika sedang asik-asiknya mengambili jambu, tiba-tiba sang pemilik kebun datang dan berteriak.
“Hei pencuri, a[a yang kalian lakukan di dalam kebunku?”
Mereka menjawab:
“Kami tidak mencuri apa-apa. Hanya ketika kami lewat di depan kebun ini, kami melihat anak kecil yang sedang duduk di sana. Kami kira ia adalah pemilik pohon itu. Jadi kami meminta beberapa buah jambu itu. Maka ia menggoyangkan dahannya sehingga buahnya berjatuhan. Sungguh kami tidak mencuri.”
Pemilik kebun itupun berkata pada si anak kecil:
“Apa yang akan kau katakana untuk membelamu?”
Anak muda itu menjawab:
“Itu bohong! Saya mengatakan yang sebenar-benarnya. Kami masuk, memanjat, dan mengambil buah jambu ini bersama-sama.”
Pemilik kebun itu lebih percaya pada omongan si ketua gerombolan pencuri, sang pemilik kebun pun marah dan berkata pada si anak kecil:
“Kau sudah menjerumuskan dirimu sendiri dalam bencana yang besar. Apakah kau sudah mendapatkan hasil dari perbuatanmu?”
Anak kecil itu menjawab:
“Saya bahkan belum memakannya bahkan secuilpun.”
Si pemilik kebun itupun menggoncangkan dahan pohon hingga si anak kecil jatuh lalu berkata:
“Kau mengaku menjadi pemilik pohon ini dan masih saja dapat berbohong.”
Anak itupun menjawab sambil tertunduk lesu kepada sekelompok pencuri tersebut:
“Aku tidak dapat berbuat apapun kepada kalian. Pergilah!”
Pemilik kebun itupun menyueret dan menghukum si anak kecil.

Hikmah
“Janganlah jadi lilin : Menerangi orang lain tapi sendirinya terbakar.”