Minggu, 25 November 2012

Artikel



Usaha & Hasil

Sebagai manusia pada umumnya, kita tidak dapat menghindari yang namanya proses dan hasil. Proseslah yang membawa kita pada hasil. Namun kebanyakan dari manusia masih menganggap hasil adalah yang terpenting. Padahal proses yang baik akan mengantarkan pada hasil yang baik pula.
Contoh kasus, seorang anak mengikutii ujian. Proses yang benar dengan tekun sehingga ketika ujian dia bias. Namun jika prosesnya salah, yaitu ketika ujian dia mencontek, maka buruk pula hasilnya. Walaupun ‘mungkin‘ (karena yang dicontek belum tentu benar) hasil ujiannya bagus, apakah dijamin ia akan paham tentang pelajaran itu kedepannya?
Dalam banyak hal, memang hasil dapat dilihat secara lebih nyata dari pada prosesnya. Misalkan di pengadilan, seorang yang terbukti menjadi maling ayam, akan dihukum sesuai tuntutan hukumannya, jarang dilihat bagaimana proses pencurian itu terjadi, misalkan ia mencuri karena ada anggota keluarganya yang sedang kelaparan atau sakit. Bisa jadi, justru si pemilik ayam itu yang dihukum karena membiarkan tetangganya kelaparan atau sakit – sakitan.
Tanpa adanya proses, tidak aka nada hasil. Tidak peduli bagaimana prosesnya, hasill selalu ada. Namun kebanyakan orang terpaku kepada hasil. Sehingga mengabaikan proses yang baik seperti contoh diatas tadi.
Manusia adalah makhluk yang lemah. Sebagai manusia kita seharusnya lebih memperhatikan prosesnya dari pada hasilnya. Biarlah Allah SWT yang menentukan bagaimana hasil dari proses yang kita jalani. Toh Allah tidak melihat hasil kita, namun proses yang kita lakukan untuk mencapai suatu tujuan atau hasil.
Berbeda dengan pemikiran manusia yang lebih mementingkan hasil dari pada proses itu sendiri. Karena seperti itulah sifat alami manusia yang selalu ingin instan. Padahal dari prose situ kita akan belajar, bagaimana melakukan hal yang benar. Dan jika kita salah dalam proses, itu akan menjadi pelajaran agar kita tidak salah lagi dalam proses selanjutnya. Karena sebagai manusia kita hanyalah berhak menjalani proses saja sedangkan hasil adalah hak yang maha kuasa.
Sepatah kata dari saya untuk memotifasi, dan agar kalian mengetahui sesuatu yang penting untuk diketahui.
Memang benar malaikat kubur tidak bertanya “apakah kamu semasa hidup mencontek?” tetapi malaikat kubur akan bertanya kepada kalian “halalkah harta yang kau miliki semasa hidup?” bagaimana harta yang kita pergunakan untuk menghidupi keluarga kita suatu hari nanti bisa halal, jika ijazah yang kita pergunakan untuk melamar kerja adalah hasil dari mencontek.
Mudah mudahan tulisan yang tidak terlalu bagus ini (karena yang buat belum professional dalam hal membuat artikel) dapat mebuat kita termotifasi dan introspeksi juga memperbaiki diri kita menuju kearah yang lebih baik lagi. Amin.
Selamat mengerjakan soal Ujian Kenaikan Kelas bagi siswa dan siswi al-izzah dan seluruh siswa yang sedang menghadapi ujian. Mudah mudahan dapat mengerjakan soal ujian dengan baik tanpa mencontek pastinya.

Kamis, 22 November 2012

Lyric Lagu Maher Zain ~Awaken


Awaken
By: Maher Zain

We were given so many prizes 
We changed the desert into oasis
 
We built buildings of different lengths and sizes
 
And we felt so very satisfied
 
We bought and bought
 
We couldn't stop buying
 
We gave charity to the poor 'cause
 
We couldn't stand their crying
 
We thought we paid our dues
 
But in fact
 
To ourselves we're just lying
 
Oh...I'm walking with my head lowered in shame from my place
 
I'm walking with my head lowered from my race
 
Yes it's easy to blame everything on the west
 
When in fact all focus should be on ourselves
 

We were told what to buy and we'd bought
 
We went to London, Paris and Costa Del Sol
 
We made show we were seen in the most exlusive shops
 
Yes we felt so very satisfied
 
We felt our money gave us infinite power
 
We forgot to teach our children about history and honor
 
We didn't have any time to lose
 
When we were.. (were)
 
So busy feeling so satisfied
 
I'm walking with my head lowered in shame from my place
 
I'm walking with my head lowered from my race
 
Yes it's easy to blame everything on the west
 
When in fact all focus should be on ourselves
 

We became the visuals without a soul
 
despite the heat
 
Our homes felt so empty and cold
 
To fill the emptiness
 
We bought and bought
 
Maybe all the fancy cars
 
And bling will make us feel satisfied
 

My dear brother and sister
 
It's time to change inside
 
Open your eyes
 
Don't throw away what's right aside
 
Before the day comes
 
When there's nowhere to run and hide
 
Now ask yourself 'cause Allah's watching you
 
Is He satisfied?
 
Is Allah satisfied?
 
Is Allah satisfied?
 
Is Allah satisfied?
 
Oh..I'm walking with my head lowered in shame from my place
 
I'm walking with my head lowered from my race
 
Yes it's easy to blame everything on the west
 
When in fact all focus should be on ourselves

Minggu, 18 November 2012

Number One For Me ~Maher Zain


Number One For Me Lyrics
I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I’m here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed
Chorus:
Oh, if I could turn back time rewind
If I could make it undone
I swear that I would
I would make it up to you
Mum I’m all grown up now
It’s a brand new day
I’d like to put a smile on your face every day
Mum I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day
And now I finally understand
Your famous line
About the day I’d face in time
‘Cause now I’ve got a child of mine
And even though I was so bad
I’ve learned so much from you
Now I’m trying to do it too
Love my kid the way you do
CHORUS
You know you are the number one for me (x3)
Oh, oh, number one for me
There’s no one in this world that can take your place
Oh, I’m sorry for ever taking you for granted, ooh
I will use every chance I get
To make you smile, whenever I’m around you
Now I will try to love you like you love me
Only God knows how much you mean to me
CHORUS
You know you are the number one for me (x3)
Oh, oh, number one for me

Sabtu, 10 November 2012

kisah ada hikmahnya


Sekelompok Pencuri dan Anak Kecil
Pada suatu hari, tersebutlah sekelompok pencuri yang ingin mencuri buah jambu dari sebuah pohon jambu yang sangat lebat buahnya. Ketika akan masuk mereka melihat seorang anak kecil yang berdiri di dekat pagar kebun itu. Lalu mereka berkata kepada anak muda tersebut.
“Hei anak kecil, maukah kamu masuk ke dalam kebun itu dan memanjat pohonnya untuk kami? Kau akan dapat bagian jika kau mau.”
Anak kecil itu pun mengangguk tanda setuju. Kemudian ia masuk bersama sekelompok pencuri itu ke dalam kebun jambu tersebut. Sesampainya mereka ke dalam kebun jambu tersebut, para pencuri itu mendorong si anak agar dapat meraih sebuah dahan dan dapat memanjat pohon tersebut.
“Hei anak kecil, jangan kau sentuh sama sekali jambu-jambu diatas. Agar jika ada yang melihat kamu, kamu tidak akan diapa-apakan.” Kata si ketua gerombolan pencuri.
“Lantas apa yang harus ku perbuat?” Tanya si anak kecil.
“Duduklah di tengah-tengah dahan yang kuat itu dan goyangkanlah dahan yang lebih tinggi agar jambu-jambunya jatuh, dan dapat kami tangkap.” Kata ketua gerombolan itu.
Maka anak kecil itu pun mengikuti saran sekelompok pencuri itu. Digoncangkan dahan pohon jambu itu kuat-kuat sampai buahnya berserakan dimana-mana, dan sekelompok pencuri itu memungut jambu-jambu yang ada di bawah pohon.
Ketika sedang asik-asiknya mengambili jambu, tiba-tiba sang pemilik kebun datang dan berteriak.
“Hei pencuri, a[a yang kalian lakukan di dalam kebunku?”
Mereka menjawab:
“Kami tidak mencuri apa-apa. Hanya ketika kami lewat di depan kebun ini, kami melihat anak kecil yang sedang duduk di sana. Kami kira ia adalah pemilik pohon itu. Jadi kami meminta beberapa buah jambu itu. Maka ia menggoyangkan dahannya sehingga buahnya berjatuhan. Sungguh kami tidak mencuri.”
Pemilik kebun itupun berkata pada si anak kecil:
“Apa yang akan kau katakana untuk membelamu?”
Anak muda itu menjawab:
“Itu bohong! Saya mengatakan yang sebenar-benarnya. Kami masuk, memanjat, dan mengambil buah jambu ini bersama-sama.”
Pemilik kebun itu lebih percaya pada omongan si ketua gerombolan pencuri, sang pemilik kebun pun marah dan berkata pada si anak kecil:
“Kau sudah menjerumuskan dirimu sendiri dalam bencana yang besar. Apakah kau sudah mendapatkan hasil dari perbuatanmu?”
Anak kecil itu menjawab:
“Saya bahkan belum memakannya bahkan secuilpun.”
Si pemilik kebun itupun menggoncangkan dahan pohon hingga si anak kecil jatuh lalu berkata:
“Kau mengaku menjadi pemilik pohon ini dan masih saja dapat berbohong.”
Anak itupun menjawab sambil tertunduk lesu kepada sekelompok pencuri tersebut:
“Aku tidak dapat berbuat apapun kepada kalian. Pergilah!”
Pemilik kebun itupun menyueret dan menghukum si anak kecil.

Hikmah
“Janganlah jadi lilin : Menerangi orang lain tapi sendirinya terbakar.”

Minggu, 28 Oktober 2012

Kata Pengantar Tugas Liburan


Kata Pengantar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbill’alamin, banyak nikmat yang Allah berikan tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkah, rahmat, taufiq, serta hidayahnya yang tiada terkira besarnya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah dengan juduL “KLIPING PROYEK INDIVIDU TENTANG LAPORAN PELAKSANAAN ‘IEDUL QURBAN 1433 H.” Dalam penyusunannya, saya mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada kedua orang tua saya yang bersedia meluangkan waktunya, juga adik adik saya yang rela tidak bermain laptop selama beberapa saat karena dipakai oleh saya.
Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat memberikan sedikit nilai tambahan pada pelajaran PAI. Meskipun saya berharap makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Karena kesempurnaan itu hanyalah milik allah SWT. Oleh karena itu, saya sebagai penulis mengharapkan permohonan maaf atas kekurangan yang ada dalam makalah ini.
Serang, Oktober 2012
Penysun            


Muhammad Al-faruq Habiburrahman

Sabtu, 20 Oktober 2012

Please

Karena admin baru mengenal blog, tolong ya yang sudah berpengalaman tolong di beri pendapat tentang blog ini dan saran yang mau ditambahkan.

Jumat, 19 Oktober 2012

lyric lagu Maher Zain Hold My Hand


Number One For Me Lyrics
I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I’m here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed
Chorus:
Oh, if I could turn back time rewind
If I could make it undone
I swear that I would
I would make it up to you
Mum I’m all grown up now
It’s a brand new day
I’d like to put a smile on your face every day
Mum I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day
And now I finally understand
Your famous line
About the day I’d face in time
‘Cause now I’ve got a child of mine
And even though I was so bad
I’ve learned so much from you
Now I’m trying to do it too
Love my kid the way you do
CHORUS
You know you are the number one for me (x3)
Oh, oh, number one for me
There’s no one in this world that can take your place
Oh, I’m sorry for ever taking you for granted, ooh
I will use every chance I get
To make you smile, whenever I’m around you
Now I will try to love you like you love me
Only God knows how much you mean to me
CHORUS
You know you are the number one for me (x3)
Oh, oh, number one for me